Kamis, 03 Juni 2021

 

AKSI NYATA MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

Salam Guru Penggerak, Merdeka Belajar

Salam dan Bahagia

 

Halo sahabat social science, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi tentang Aksi Nyata Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Kegiatan ini merupakan terobosan kearah positif dengan menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi. Program ini sangat berkaitan dengan visi dan budaya sekolah. Seperti apa pelaksanaan kegiatan Geli Gemas?

Berikut ini merupakan artikel aksi nyata saya terkait modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid dengan menggunakan pendekatan Inquiry Apresiatif BAGJA dan Strategi MELR (Monitoring, Evaluation, Learning and Reporting) dalam mewujudkan sekolah yang berbudaya literasi.


PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID MELALUI KEGIATAN “GELI GEMAS” DALAM MEWUJUDKAN GENERASI LITERAT

OLEH:

A.A. SRI MIRAH NOVAYANTI

CGP. KABUPATEN KARANGASEM-BALI

ANGKATAN 1

A.    A. LATAR BELAKANG

         Literasi adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kemampuan literasi akan sangat memengaruhi penalaran dan kompetensi, sehingga siswa perlu dibekali dengan kecintaan pada aktivitas literasi sejak dini. Literasi membantu kita membentuk pola pikir, perilaku dan membangun karakter manusia untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakat.

Senin, 12 April 2021

 

KONEKSI ANTARMATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN


 

Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Ki Hajar Dewantara memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka Pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. Proses Pendidikan yang menjiwai nilai dan moral kemanusiaan yang digaungkan oleh KHD dengan prinsip dasar yang disebut sebagai Patrap Triloka. Dalam Patrap Triloka mengandung tiga unsur, dalam bahasa Jawa dikenal sebagai ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan), ing madya mangun karsa ( di tengah membangun kemauan/inisiatif) dan tut wuri handayani (dari belakang memberi dorongan/mendukung). Seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan sebaiknya penuh analisis dan berbagai pertimbangan, hal ini disebabkan keputusan yang akan dibuatnya akan dijadikan contoh bagi peserta didik baik di kelas maupun di sekolah. Keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya bisa mempertimbangkan dan memberikan karsa/ kemauan/ semangat bagi murid-muridnya. Dari belakang keputusan seorang guru yang diambil sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya mampu memberikan dukungan fisik dan dukungan moral kepada murid-murid di sekolahnya. Jadi melalui prinsip patrap triloka ini, sebagai pendidik seharusnya bisa menjadi pemimpin dalam pembelajaran yang berpihak pada murid.

Senin, 15 Februari 2021

KONEKSI ANTAR MATERI Modul 2.1.A.9

 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Hai sahabat belajar, kali ini penulis akan share infografis koneksi antar materi modul 2.1.A.9 tentang bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, serta kaitan antar materi dalam modul ini dengan modul lain di program pendidikan guru penggerak. 

Klik setiap gambar agar lebih jelas









Demikian infografis koneksi antar materi modul 2.1.A.9, semoga bermanfaat. salam dan bahagia

















Minggu, 14 Februari 2021

AKSI NYATA MODUL 1.1

 PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA SISWA 

DENGAN MENGAJAK SISWA MEMILIH TANTANGAN

Artikel

Oleh.

A.A. Sri Mirah Novayanti,S.Pd.,M.Pd

CGP. Kabupaten Karangasem Bali

Guru SMP Negeri 1 Kubu

Pendamping GP. I Nengah Edi Imawan,S.Pd

Fasilitator GP. Jalaludin Puluhulawa,M.Pd



1.1. LATAR BELAKANG

 

Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu proses yang memegang peranan sangat penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan upaya yang bisa mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan kepadanya. Menyadari pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah telah berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas.

PANDUAN INTERAKSI GURU DAN MURID DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH



PANDUAN INTERAKSI GURU DAN MURID DALAM MEWUJUDKAN

BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH


A.A Sri Mirah Novayanti,S.Pd.,M.Pd 

CGP. Kab. Karngasem Bali 

Pendamping GP. I Nengah Edi Imawan,S.Pd 

Fasilitator GP. Jalaludin Puluhulawa,M.Pd 


Eksistensi guru dalam proses pendidikan dan pembelajaran sangatlah penting. Proses pembelajaran akan efektif jika komunikasi dan interaksi antara guru dan murid terjadi secara intensif. Hubungan guru dan murid adalah faktor penting dalam membangun budaya sekolah. Budaya memberikan makna kepada guru untuk bagaimana mereka berlaku/bertindak dalam seluruh proses pendidikan dan kepada siswa bagaimana mereka menciptakan suasana positif di dalam ruang kelas. Dengan budaya ini guru dan siswa sama-sama berusaha untuk menggunakan seluruh potensi yang dimiliki untuk membantu mereka secara efisien dalam proses pembelajaran dan untuk menambah kompetensi yang dibutuhkan. Untuk lebih memahami kaitan hubungan guru dan murid dalam membangun budaya positif di sekolah, berikut panduan interaksi guru dan murid yang penulis deskripsikan melalui sebuah poster, atau bisa download dalam bentuk pdf.Poster Interaksi Guru dan Murid







Senin, 11 Januari 2021

IGI

 Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi pendidikan yang beranggotakan guru , dosen dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada tanggal 26 November 2009 dan disahkan oleh Kementrian Hukum dan HAM dengan Surat Keputusan Nomor AHU-125.AH.01.06 Tahun 2009.

  AKSI NYATA MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   Salam Guru Penggerak, Merdeka Belajar Salam dan Bahagia   H...